Selasa, 09 Februari 2010

PACARAN MEMBUAT ORANG JADI LEBAY..!!

Oleh : Darul Haq

Virus MJ (Merah jambu) memang bisa bikin orang jadi blingsatan, mendadak orang jadi “kesurupan” ga karuan. Bahkan ada juga virus MJ ini dapat merubah pribadi seseorang, yang awalnya benci banget kata-kata puitis nan manis, mendadak jadi pujangga yang pandai menebar janji tuk memikat hati. Dari gaya jadul yaitu sambil bersimpuh dengan seikat bunga mawar ditangan, sang pujangga kemudian merayu sang pujaan, "Duhai belahan hati, tak dapat kuhidup tanpa dirimu di sisi." cuih..lebay.,, sampai gaya modern lewat cinta sms alias nembak lewat sms.. (hati-hati nih biasanya cara ini menjangkau semua kalangan, mulai dari aktivis dakwah sampai aktivis jalanan..hehe..serius!), tak lain semua itu dilakukan dengan satu tujuan yaitu menjadikan dia pacarnya! Pacaran dech akhirnya, baik yang diploklamirkan kepada khalayak atau disembunyikan, dimulailah babak baru menghadapi kesuraman hidup.

Disinilah awal keruntuhan prinsip hidup seseorang, yang mulanya berprinsip kuat dan berkepribadian kuat bahkan taat agama menjadi orang yang lebaay, orang yang hilang akan prinsip awalnya, kurang ketaatan dalam agama.



Istilahnya kalo saya bilang orang yang turun jabatan dari seorang raja menjadi seorang budak, Lho koq bisa? coba aja perhatikan, Apa saja akan dilakukan demi yang dicintai yaitu sang pacar. Benar apa kata atsar sahabat bahwa kalau kita mencintai sesuatu maka kita akan menjadi tawanannya, tergantung objek cintanya apakah tertawan oleh cinta kepada Allah, harta, jabatan, atau pacar..

Contoh dekatnya kehidupan di kampus, masya Allah pergaulannya udah semakin suram, pacaran bukan hal yang tabu, udah biasa. Mulai dari “pacaran islami” sampai pacaran pungky. eit bentar, yang benar aja kalo ngomong..gak ada bung pacaran islami, asbun kamu..! “ oke terimakasih.. tapi saya bilang pacaran islami ada!, contohnya banyak orang yang pacaran ke masjid bareng, nunggu pacar yang lagi solat, islami banget kan pacarannya..? ngingetin sang pacar untuk solat.. “yank dah solat belum? Solat bareng yuk ke masjid.. solat di awal waktu kan lebih afdol daripada di akhir” (masyaAllah..iih lebay..lebay..). Tapi satu hal yang perlu dicatat dan disave dalam otak kita semua bahwa PACARAN ISLAM ITU YANG KAGAK ADA! Tau gak perbuatan “pacaran islami” tadi, itulah yang disebut dengan talbis alias campur aduk antara yang bener dan yang salah. Makan tuh pacaran islami,,lebay banget c jadi orang.. jangan-jangan nanti ada zina islami lagi, hii..naudzubillah… Jadi bisa dibedain kan maksud saya dengan kata pacaran islami, (ya..itung-itung mikir dikit lah), awas jangan salah faham..

Nah.. sekarang apa saja c yang membuat orang jadi lebay gara-gara pacaran?

  1. Waktunya hanya dihabiskan untuk sang pacar, lebay banget ga c? ya jelas lah lebay.. waktu sebelum pacaran, waktunya dipergunakan dengan baik..aktif ikut organisasi, digunakan buat belajar dan lain sebagainya, lha…sekarang waktunya tersita hanya untuk seseorang yang bukan suami/istrinya.. karena apa? Karena ketika cinta bertasbih, (ups salah..afwan2, aku kan orangnya humoris..hehe Sule mode on), karena ketika cinta sudah diucapkan maka masing-masing dari kedua belah pihak harus menerima konsekuensi untuk ngasih perhatian lebih pada sang pacar. Hal ini berarti harus siap setiap saat ketika sang pacar membutuhkan (persis kaya tukang ojek siap setiap saat). Contohnya..ketika ada acara penting untuk dihadiri, terus pacar nya sms minta ketemuan.. “Mas-mas tangan adek sakit digigit semu niht, tengok adek atuh mas.. ”, “ya..nanti aja ya dek mas mau ada liqo?” “Ga mau pengennya sekarang!” “ya wis mas kesana sekarang juga”… hahaha..pasti bakal ngedadak lebay, bakal milih ketemuan sama pacarnya! Waktunya dikorbankan!
  2. Pikiran dan jiwanya juga dihabiskan buat mikirin sang pacar!..rugi..rugi..!! setiap hari hanya mikirin seseorang yang kagak ada aqad. Semua pikiran akan mengerucut pada satu objek yaitu pacar. Hey bro..Jangan sok jadi pahlawan kesorean deh, sok perhatian segala, pulang ke kos masing-masing, sms-an.. “yank dah makan belum, yang dah tidur belum,?”, “aduh kasian…lagi sakit ya yank..kalo batuk mah di konidin aja atuh..”..heu. hey bro, dia itu udah dipikirin sama orang tua nya, lha yang nanggung hidupnya kan orang tuanya bukannya kamu!..Contoh lainnya pada saat di kelas.. di kelas malah mikirin si doi, atau yg pacarnya di kelas bukannya liat dosen tapi malah merhatiin si doi.. sampe ngelamun..sampe2 gak sadar kalo spidol dah bersarang di jidatnya..haha dosennya dicuekin..
  3. Lisannya sudah kagak jujur.. ini ni kelebayan berikutnya.. membuat orang kagak jujur..suer deh banyak yang kayak gitu.. terutama pada orang yang masih malu-malu untuk mengungkapkan bahwa dia pacaran.. pada temen kos ngebohong… “hey cong dah dari mana?“eeu..anu.. aku tadi dah keluar sebentar dah beli sesuatu..” padahal tau nya mampir ke kos pacarnya.. atau ngebohong pada ortunya.. awas lho kualat apalagi ngebohong sama ibu.. serius bro.. 
Udahlah cukup segitu dulu.. bener-bener pacaran ini membuat orang jadi lebay.. gak punya prinsip! Mau diperbudak syahwat! Sekarang kita renungkan, Coba deh kamu pikir..Berapa banyak kata “sayang”, “cinta” dan lain sebagainya yang kamu ucapkan kepada pacar yang notabene bukan istri/suami kamu? Kasihan dong istri/suami kita nanti, haknya terkurangi.. padahal kata sayang atau kata mesra lainnya kan layak dialamatkan kepada istri/suami kita..kamu gak inginkan menodai ikatan cinta kamu nanti kepada istri/suami kamu nanti.. gak ingin mempunyai cerita “buruk” yang membuat pasangan kita tiba-tiba merasa gak senang akibat perbuatan kita kalo ternyata pasangannya dulu pernah pacaran sama orang lain. Atau berapa kali kamu memegang tangan pacar kamu?kasihan dong hak pasangan sah kita yang juga terkurangi, yang mestinya hanya dipegang oleh pasangan kita nanti. Serius nih…Tentunya akan lebih indah apabila tangan ini pertama kali baru dipegang oleh suami/istri kita nanti..subhanalloh..

Sering-sering lah dengerin wejangan orangtua terutama ibu, kalo ibu ngelarang pacaran sok atuh jangan kamu lantas pacaran, meskipun ucapan ibu gak sesuai hati tapi itulah kepedulian ibu ke kamu. Ibu gak ingin anaknya jadi lebay, masuk ke dalam pergaulan bebas. Kamu akan tahu sendiri nanti akibat kamu gak mau denger perkataan ibu. Sahabat...Buat apa c pacaran, padahal sangat belum tentu dia jadi istri/suamimu.. kalaupun beneran jadi suami/istrimu, tanpa disadari kamu telah membuat noda hitam dalam kehidupanmu, sungguh tidak ada sedikitpun rasa special terhadap pernikahanmu nanti apabila kamu pacaran.

Apalagi syariat mengatur kehidupan mulai dari pergaulan sehari-hari sampai mengatur kehidupan bernegara, melarang untuk pacaran. Yuk..sudah saatnya kita memperhatikan ayat-ayat Allah bukannya waktu ini dihabiskan untuk memperhatikan pacar..
Selengkapnya...

Kamis, 28 Januari 2010

Dakwah Fardiyah Sebagai Latihan Berdakwah

Oleh : Darul Haq

Dakwah sering diidentikkan dengan mimbar, ceramah-ceramah di masjid dengan banyak mustami’, tabligh akbar dan sebagainya yang dimana dalam ceramah itu ada seorang kyai, ustadz, haji atau orang yang fasih akan bahasa arab yang menyampaikan ceramah tersebut. Seolah-olah dalam pandangan orang awam hanya mereka lah yang pantas untuk berdakwah karena mereka layak untuk itu. Anggapan ini justru menyempitkan makna dakwah itu sendiri, sehingga banyak muslim merasa tidak terbebani akan tugas dakwah ini, karena tugas dakwah adalah tugasnya kyai, ustadz atau syekh. Padahal dakwah adalah suatu kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada semua muslimin.

Allah berfirman:
”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl 16: 125).

Kita yang tingkatnya bukan seorang kyai, juga mesti berdakwah, entah itu dia seorang mahasiswa, dosen, pedagang atau lainnya, bahkan setiap muslim yang tahu satu ayat saja diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain. Adapun salah satu cara berdakwah yang dilakukan bagi kita yang hendak terjun ke medan dakwah yaitu dengan dakwah fardiyah. Dakwah fardiyah yaitu suatu dakwah antar individu atau tidak dilakukan dengan pendekatan publik seperti ceramah atau pengajian dengan banyak mustami’.

Dakwah Fardiyah dapat mengkayakan pelakunya dengan berbagai pengalaman dan sebagai latihan berdakwah di jalan Allah yang merupakan salah satu kewajiban utama. Selain itu dakwah Fardiyah dapat menciptakan hubungan dan ikatan langsung dengan mad’u (orang yang didakwahi), sementara dakwah Ammah tidak demikian seperti ceramah atau pengajian. Ketika kita menghadapi seorang yang hendak kita dakwahi, kita tidak mesti langsung membicarakan tentang masalah keimanan misalnya, namun sebaiknya kita mulai dengan pembicaraan ringan, ikuti dulu apa yang dibicarakan lawan bicara kita. Baru pada moment-moment tertentu kita bisa mengalihkan pembicaraan tentang masalah agama.

Dengan kita berhadapan pada seorang mad’u kita akan lebih tahu apa yang dibutuhkan mad’u serta tahu keadaan psikologis mad’u seperti apa, sehingga kita bisa mengetahui mana yang lebih tepat untuk disampaikan kepada mad’u. Ketika seorang mad’u bertanya atau meminta penjelasan, disanalah kita lebih terpacu untuk menggali tsaqofah islam lebih jauh. Banyak nilai lebih yang didapat dari metode dakwah fardiyah ini disamping kita sambil mengasah kemampuan berdakwah.

Selengkapnya...

Rabu, 28 Oktober 2009

Antara Poligami dan Pelacuran

Oleh : Darul Haq

Akhir-akhir ini di stasiun TV swasta santer diberitakan tentang poligami, yaitu suatu tindakan menikah lebih dari satu istri. Tepatnya yang menjadi perbincangan yaitu Klub Poligami Global Ikhwan Indonesia sebagai kelompok yang mayoritas beranggotakan pelaku poligami.Tapi anehnya yang diberitakan itu malah menimbulkan opini public yang mengarah kepada kontroversi, sampai-sampai pejabat menteri ikut bersuara dan mengatakan bahwa klub itu terjadi penyimpangan, menyalahi aturan, dll.

Kenapa seolah-olah media ini semakin membuat keruh suasana, dan menjadi penghasud. Sedikit sekali media menjelaskan tentang bagaimana itu poligami yang benar, fadillah berpoligami. Yang dijelaskan malah lebih kepada kontranya, tidak memandang dalam hal segi kebaikan serta yang selalu diwawancara malah tokoh-tokoh yang memang anti poligami. Media juga selalu mengangkat tentang “kenegatifan” berpoligami bukan kepada objek berita yang menjadi kontroversi yaitu klub global ikhwan.

Bahkan di situs berita terkemuka menyebutkan bahwa orang yang berpoligami berpotensi menyebarkan penyakit kelamin karena berganti-ganti pasangan. Ini salah besar!! Meski seorang suami beristri 4, tapi istrinya tetap itu saja dan yang menggaulinyapun hanya oleh suaminya saja. Jika mereka semua bersih ya tidak akan ada penyakit kelamin. Sebaliknya bagi yang menempuh monogami tapi selingkuh dengan berganti-ganti pasangan atau ke tempat pelacuran yang dimana pelacur itu juga sudah banyak berganti lelaki, justru mereka lebih besar potensi kena penyakit kelamin.

Ya ikhwah…Segala tingkah laku umat muslim harus diniatkan hanya untuk ibadah, begitu halnya pada poligami. Poligami itu sebagai ibadah dan juga bagaimana menjadi seorang pemimpin dalam sebuah keluarga, serta pembagian tugas dalam sebuah keluarga. Bukan semata-mata memenuhi keperluan seks.

Sungguh aneh, seolah-olah suami tidak boleh berpoligami, sementara pemerintah malah melindungi dan melegalkan tempat perzinahan seperti Doly. Anda (istri) mungkin tidak tahu kalau ternyata selama ini suami anda sering ke tempat pelacuran, berzina tanpa sepengetahuan anda. Sedang anda juga wajib melayani sang suami, tapi sayangnya suami anda membohongi anda selama ini.

Coba perhatikan, poligami halal sedangkan zina haram. Anehnya poligami selalu jadi kontroversi sedangkan zina dibiarkan tumbuh. Lihat saja diundang-undang Negara ini, pelaku dibebaskan dari tuduhan pemerkosaan kalau keduanya suka sama suka, pemerintah tidak memperhatikan kesalahan berzinahnya. MasyaAllah…

Inikah yang diinginkan pemerintah di dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, lebih mementingkan pelacuran sehingga wanita-wanita pelacur mempunyai pekerjaan dan diberi gelar “Pekerja Seks Komersil” yang secara otomatis mengurangi angka pengangguran? atau membantu perusahaan kondom menjual produknya kepada masyarakat yang suka berzina?

Bukankah lebih baik jika para pelacur itu menjadi istri ke 2 atau ke 3 yang sah dari seorang suami, ketimbang harus melacur melayani 2-3 pria setiap malam dengan resiko berbagai penyakit kelamin dan AIDS serta anaknya lahir tanpa bapak”. Bukankah islam menjelaskan bahwa dengan menjadi istri ke 2 adalah tetap statusnya sebagainya istri bukan selir, diberi perlakuan dan hak yang sama, diberikan kasih sayang dan diberi hak waris dari suaminya. Apakah berpoligami membuat wanita dihinakan? Disinilah Islam menghargai hak-hak wanita, menjunjung tinggi hak wanita. Lihat sejarah para tokoh zaman Yunani kuno, ketika mempunyai puluhan selir, seperti apakah perlakuan kepada selirnya ketika haidh, dianggap kotor dan layak ditempatkan ditempat yang kotor.

Pada poligami, suami bertanggung-jawab memenuhi nafkah lahir dan batin serta melindungi semua istrinya, dan juga anak-anaknya. Sedangkan pada perselingkuhan mau pun pelacuran, pada dasarnya terjadi hubungan seks antara satu pria dengan banyak wanita seperti pada poligami. Tapi pada perselingkuhan dan pelacuran, tidak ada tanggung-jawab bagi pria mau pun wanita. Sang pria tidak harus memberi nafkah lahir dan batin, kecuali hanya pada saat kesenangan sesaat. Lihat perbedaan yang jelas ini, tentu dengan pelacuran wanita dihinakan, tidak punya hak sama sekali, melainkan hanya sebagai objek kesenangan lelaki semata dibanding dengan yang berpoligami dimana istri mempunyai hak sebagai istri.

Dengan begini apakah berpoligami itu menyimpang? Mana salahnya!? Apa yang menjadi keraguan dengan aturan Allah?.ini lho Allah, Tuhan kita yang memberikan aturan, apabila anda meragukan aturan Allah berarti anda meragukan akan eksistensi Allah itu sendiri. Maha Suci Allah dari apa yang saya katakan.

Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS An-Nisa: 3)

Banyak di antara manusia ada yang ingin mendapat keturunan tetapi sayang isterinya mandul atau sakit sehingga tidak mempunyai anak. Bukankah suatu kehormatan bagi si isteri dan keutamaan bagi si suami kalau dia kawin lagi dengan seorang wanita tanpa mencerai isteri pertama dengan memenuhi hak-haknya. Sementara ada juga laki-laki yang mempunyai nafsu seks yang luarbiasa, tetapi isterinya hanya dingin saja atau sakit, atau masa haidhnya (atau kehamilan “ penulis) itu terlalu panjang dan sebagainya, sedang si laki-laki tidak dapat menahan nafsunya lebih banyak. Apakah dalam situasi seperti itu si laki-laki tersebut tidak boleh kawin dengan perempuan lain yang halal sebagai tempat mencari kawan tidur” Dan ada kalanya jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki, lebih-lebih karena akibat dari peperangan yang hanya diikuti oleh laki-laki dan pemuda-pemuda. Maka di sini poligami merupakan suatu kemaslahatan buat masyarakat dan perempuan itu sendiri, sehingga dengan demikian mereka akan merupakan manusia yang bergharizah yang tidak hidup sepanjang umur berdiam di rumah, tidak kawin dan tidak dapat melaksanakan hidup berumahtangga yang di dalamnya terdapat suatu ketenteraman, kecintaan, perlindungan, nikmatnya sebagai ibu dan keibuan sesuai pula dengan panggilan fitrah.

Ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat banyaknya laki-laki yang mampu kawin, yaitu:

1. Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup sepanjang umur dalam kepahitan hidup.

2. Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan menggunakan obat-obat dan alat-alat kontrasepsi untuk dapat bermain-main dengan laki-laki yang haram.

3. Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah beristeri yang kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik.

Tidak diragukan lagi, bahwa kemungkinan ketiga adalah satu-satunya jalan yang paling bijaksana dan obat mujarrab. Dan inilah hukum yang dipakai oleh Islam.

Siapakah hukumnya yang lebih baik selain hukum Allah untuk orang-orang yang mau beriman” (QS. Al-Maidah : 50)

Ironis memang, masyarakat yang mengaku muslim tapi ideologynya tidak muslim, masalah poligami saja sudah banyak dibantah, padahal di dalam Al-Qur’an diatur dan dijelaskan. Ini baru masalah poligami, apalagi kalau membahas sebuah aturan Islam yang kaffah seperti penerapan qisas, rajam, bab-bab hudud dan jinayat? Mungkin masyarakat langsung mengecap kepada orang yang berjuang menegakkan Dien Allah itu sebagai kaum radikal, fundamentalis. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kedudukan yang kokoh bagi hambaNya yang istiqomah menolong Dien Allah.

Hai orang-orang yang beriman apabila kamu Menolong Agama Allah niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad : 7)


Selengkapnya...